Merphin Panjaitan: Tingkatkan Sumber Daya Wanita Indonesia, maka Negara ini keluar dari Keterbelakangan

Indonesia saat ini terjebak dalam keterbelakangan karena berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi...

Merphin Panjaitan Tingkatkan Sumber Daya Wanita Indonesia, maka Negara ini keluar dari Keterbelakangan
Salah satu solusi Indonesia agar keluar perangkap keterbelakangan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia terlebih khususnya wanita-wanita Indonesia dari Sabang sampai Merauke tanpa pandang bulu. [Foto: Pixabay]

Penulis: Konrad

JAKARTA, SUARAUMAT.com - Indonesia saat ini terjebak dalam keterbelakangan karena berbagai faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Salah satunya adalah sumber daya wanita Indonesia yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Menurut Dr Merphin Panjaitan, M.Si., penulis dan pemerhati sosial politik, bangsa ini terjebak karena kesalahan sendiri. Menurutnya, Indonesia harus segera keluar dari ketertinggalan dengan cara lebih menitikberatkan pada pemberdayaan kaum perempuan dari Sabang sampai Merauke.

"Saya ingin mengatakan dengan memberi jawaban terhadap tantangan bangsa Indonesia sekarang ini, yaitu perangkap keterbelakangan yang mengurung bangsa kita, seperti yang sudah saya bicarakan sebelumnya," ujarnya.

Lanjut Merphin, hal tersebut tentang eksistensi dan sekaligus tantangan bersama sebagai suatu bangsa merdeka yang menyelenggarakan NKRI.

"Penguatan perempuan, bertujuan membuat kekuatan perempuan berimbang dengan kekuatan laki-laki, hingga dengan demikian kita memiliki tenaga kerja terampil dan ahli lebih banyak dari sekarang. Laki-laki dan perempuan bergotong royong memajukan dan memperkuat bangsa dan negara Indonesia," katanya.

Menurutnya cara penguatan wanita dimulai dengan menunda usia perkawinan perempuan s.d 90%, perempuan kawin pada usia 25 tahun ke atas. Waktu penundaan usia kawin ini digunakan untuk sekolah dan kerja. 

"Perempuan meningkatkan partisipasinya dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. Dan hal ini akan membuat angka pertumbuhan penduduk turun sampai 0% per tahun; dan ini berarti ledakan penduduk Indonesia berhenti. Kita keluar dari satu perangkap keterbelakangan. 

Dia pun membeberkan, untuk setiap wanita yang bersedia menunda usia kawinnya, pemerintah bisa memberi bantuan dana, misalnya 50 juta rupiah per orang. 

"Selain itu, saya pikir penguatan ini akan bergerak lebih cepat kalau mulai Pilpres 2029, terpilih 7 orang presiden perempuan, secara berturut-turut," ujarnya.

Selain itu, menurut jebolan UKI Jakarta ini, penguatan BUMN dan koperasi merupakan hal yang penting. 

"Penguatan BUMN bertujuan terutama untuk meningkatkan penguasaan dan penggunaan ilmu, teknologi dan seni; dan untuk meratakan kemajuan itu keseluruh tanah air," kata dia.

Sedangkan, masih menurut Merphin, penguatan koperasi bertujuan meningkatkan kemampuan ekonomi kaum miskin, mengurangi ketimpangan ekonomi dalam upaya mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Pembangunan kota-kota industri, pertanian, jasa, dan kota-kota seni. Di semua kota ini penguasaan dan penggunaan ilmu, teknologi dan seni tenaga kerja Indonesia ditingkatkan dengan cepat, hingga mampu bersaing dengan tenaga kerja di negara-negara maju," tegasnya.

Dia mengingatkan kepada para pemimpin di negeri ini, khususnya pemimpin partai politik yang berkuasa saat ini. 

"Bahwa bangsa Indonesia harus mau dan mampu berubah dengan cepat, dari masyarakat emosional berorientasi status menjadi masyarakat rasional berorientasi prestasi. Peningkatan SDM perempuan dari Sabang sampai Merauke, jadi faktor kunci salah satunya untuk kita keluar dari perangkap keterbelakangan," pungkasnya.

Editor: Konrad

COMMENTS

BEST MONTH