Ramai-ramai Serang Ganjar dan Bela Puan, Dua Capres PDIP 2024 Lagi Balapan?

Saat ini nama Ganjar Pranowo dalam beberapa hasil survei menunjukkan tingkat elektabilitas tertinggi dari setiap kandidat calon presiden 2024. Meski

Ramai-ramai Serang Ganjar dan Bela Puan, Dua Capres PDIP 2024 Lagi Balapan?
(Kolase Foto: Suaraumat.com/Konrad)

JAKARTA, SUARAUMAT.com -
Saat ini nama Ganjar Pranowo dalam beberapa hasil survei menunjukkan tingkat elektabilitas tertinggi dari setiap kandidat calon presiden 2024. Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu tidak luput dari serangan berupa kritikan keras sesama koleganya di PDI Perjuangan. 

Trimedya Panjaitan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP)menyoroti langkah ambisius Ganjar Pranowo yang getol ingin capres di 2024. Trimedya mempertanyakan kinerja Ganjar Pranowo selama menjabat Gubernur Jateng.

Menurut Trimedya, rekam jejak Ketua DPR RI Puan Maharani jelas mulai dari Ketua Fraksi PDIP di DPR saat menjadi oposisi era pemerintahan SBY. Puan dinilai mengorganisasi anggota, lalu menjadi Menko PMK, mengkoordinasikan tujuh kementerian, pun ketika menjadi Ketua DPR memimpin di tengah kader-kader terbaik parpol di level pimpinan.

"Ganjar apa kinerjanya 8 tahun jadi gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?" kata Trimedya dalam keterangan tertulis, dilansir Detikcom, Jumat (3/6/22).

"Tolong gambarkan track record Ganjar di DPR kemudian sebagai gubernur selesaikan Wadas itu. Selesaikan rob itu, berapa jalan yang terbangun kemudian sekarang diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik tolong masyarakat juga apple to apple memperbandingkan," tegas Trimedya.

Bagi Trimedya, langkah Ganjar yang dinilai bermanuver untuk nyapres di 2024 sudah kelewat batas. Bahkan, dalam istilah masyarakat Jawa, menurut Trimedya, bisa disebut kemlinthi yang bisa diartikan sok atau congkak.

"Kalau kata orang Jawa kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan struktur di sana DPD DPC DPRD provinsi DPRD kab/kota, itu baru," ujar Trimedya, yang juga Wakil Ketua MKD DPR.

Lebih lanjut, Trimedya melihat langkah Ganjar terlalu kentara menampilkan syahwat politik, tampak dari safarinya ke berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini. Diketahui, Ganjar aktif keliling Indonesia mulai dari Sumut hingga Makassar, Sulsel.

"Ini kan kelihatan main semua, ke mana-mana semua jalan ke Medan ke Makassar, ya kita ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar... Ganjar... siapa orang Papua yang tahu Ganjar, kelihatan bener by design (sudah diatur), apalagi orang yang mengerti politik," ungkap legislator dapil Sumut II ini.

Trimedya menekankan seharusnya Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama paham karakter PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

"Dan bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati)," ucapnya.

Trimedya Puji Puan Maharani

Di sisi lain, Trimedya Panjaitan berbicara mengenai sosok pemimpin Indonesia ke depan. Sosok Ketua DPR RI Puan Maharani disebut-sebut sebagai salah satu calon pemimpin nasional di Pilpres 2024. Bagaimana sosok Puan di mata Trimedya?

"Mbak Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura-pura yang memoles dirinya seakan-akan populis seakan-akan berpihak kepada rakyat, tapi Mbak Puan mencoba menjadi pemimpin ya begitulah dia apa adanya, dia lahir dari sebagai cucu Bung Karno, anak Bu Mega, anak Pak Taufik, kemudian jadi politisi di tingkat nasional ya dia nggak perlu kepura-puraan," kata Trimedya.

Menurut Trimedya, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan memoles dirinya seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. Trimedya lalu menyoroti Ganjar yang hanya memoles diri dari opini publik.

"Jatuh dari sepeda, akting ada hari kanker botak bukan yang begitu-begitu, coba apa gunanya Ganjar botak tunjukkan empati, kan nggak juga, kenapa dia nggak botak ketika Indonesia kalah di semifinal SEA Games," kritik legislator yang seorang pengacara ini.

Trimedya kembali memaparkan track record Puan sejak menjabat Ketua Fraksi PDIP di era oposisi SBY 2009-2014 dan Ganjar ada sebagai anggota Fraksi PDIP saat itu. Setelah menjadi Menko PMK 2014-2019, Puan kembali ke Senayan.

"Semuanya baik penyerapan anggarannya semuanya baik kinerjanya juga baik kemudian dia relatif berhasil membuat tag line revolusi mental membumi dan itu kan sempat menjadi ikon kita ya, revolusi mental itu kan yang digaungkan juga oleh Pak Jokowi," paparnya

Terakhir di DPR, Trimedya juga menganggap Puan berhasil memimpin DPR di tengah konstelasi politik yang tinggi, apalagi para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol di Senayan.

"Pimpinan DPR ini kan jagoan-jagoan semua ada Azis, ada Dasco, ada Muhaimin, ada Rachmat Gobel, itu kan jagoan-jagoan semua. Dia juga bisa memimpin pemilihan pimpinan komisi dan AKD mulus semuanya, itu jelas ukuran-ukuran kinerja, itu yang harus kita sampaikan ke masyarakat," imbuhnya.

Selain Trimedya, sebelumnya Ganjar Pranowo juga dikritik oleh Puan Maharani dan Bambang Pacul yang mengatakan kinerjanya hanya lewat sosmed untuk naikin popularitas demi calon presiden 2024. Sindir figur gubernur capres tapi gak bisa kerja.

Kata Puan, figur seorang capres yang berparas tampan namun ia nilai memiliki kinerja yang buruk. Sontak, berbagai pihak menduga bahwa sindiran tersebut dilayangkan kepada sosok Ganjar Pranowo.***

(Red/kn)

COMMENTS

BEST MONTH