Draf RKUHP diserahkan, ancaman Penjara pengkritik Penguasa kembali Hidup

Draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah diserahkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)...

Draf RKUHP diserahkan, ancaman Penjara untuk pengkritik Penguasa kembali Hidup
Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej saat berada di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). (KOMPAS.com/ Tatang Guritno)

Penulis: Konradus Pedhu

SUARAUMAT.com - Draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) telah diserahkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu (6/7/2022) kemarin.

Draf rancangan RKUHP diterima saat Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan pemerintah. Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy OS Hiariej menyerahkan draf rancangan RKUHP kepada Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khairul Saleh.

"Komisi III DPR menerima naskah RUU tentang KUHP," ujar Pangeran di ruang rapat Komisi III, Gedung DPR, Senayan, Jakarta. 

Pangeran mengatakan, 14 pasal isu krusial dalam RKUHP akan dibahas terlebih dahulu sebelum dibawa ke pembicaraan tingkat selanjutnya. 

14 pasal dibahas ulang, apa saja? 

Draf RKUHP diserahkan, ancaman Penjara untuk pengkritik Penguasa kembali Hidup
Mahasiswa membentangkan poster saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2022). Pengunjuk rasa yang berasal dari berbagai universitas tersebut menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/]

Wamenkumham
Eddy menekankan, pembahasan draf RKUHP antara pemerintah dan DPR masih terbuka. Tetapi, ia menegaskan, pembahasan hanya fokus pada 14 isu krusial yang telah disepakati bersama.

“Selama dalam konteks 14 pasal isu krusial, yak (dibahas). Selain itu tidak,” kata Eddy ditemui di komplek Parlemen Senayan, Rabu (6/7/2022).

Ia mencontohkan salah satu isu krusial, yaitu yang terkait dengan kejahatan kesusilaan. “Dalam KUHP itu menyangkut tiga hal yaitu kohabitasi, pemerkosaan dan aborsi. 

Selama (masuk) 14 isu (krusial) kita akan membuka pembahasan,” ucap dia. 

Adapun 14 isu krusial yang disepakati pemerintah dan DPR dalam RKUHP adalah the living law atau hukum yang hidup di masyarakat, pidana mati,  penyerangan harkat dan martabat presiden dan wakil presiden. 

Kemudian pidana karena memiliki kekuatan gaib, dokter gigi yang melaksanakan tugas tanpa izin, unggas dan ternak yang merusak pekarangan, dan contempt of court

Lalu, penodaan agama, penganiayaan hewan, penggelandangan, aborsi, perzinahan, kohibitasi dan perkosaan dalam perkawinan.

Ada 632 pasal di RKUHP

Draf RKUHP diserahkan, ancaman Penjara untuk pengkritik Penguasa kembali Hidup
Pelajar melakukan Aksi Tolak RKUHP di belakang Gedung DPR/MPR, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (25/9/2019).(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Eddy
menyebutkan setidaknya ada 632 pasal yang diatur dalam RKUHP. “Kalau saya tidak salah ada 632 pasal,” sebut Eddy. 

Dia menjelaskan pemerintah dan DPR masih memiliki cukup waktu untuk mengesahkan RKUHP. Pasalnya, rancangan undang-undang itu masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2022. 

“Yang jelas dia (RKUHP) masuk Prolegnas 2022, sampai 31 Desember 2022, masih ada waktu,” tutur Eddy.

Belum disahkan Juli ini 

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani memastikan RKUHP belum akan disahkan pada masa sidang ini. "Saya kira RKUHP tidak akan disahkan di masa sidang ini," ujar Arsul saat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu.

Menurut agenda DPR, rapat paripurna penutupan masa sidang akan digelar, hari ini. Dengan begitu, DPR memasuki masa reses mulai Jumat (8/7/2022). 

DPR akan mulai bersidang lagi pada Selasa (16/8/2022). Atas dasar itu, draf RKUHP masih harus menunggu masa sidang berikutnya untuk disahkan. 

Selain itu, Arsul menjelaskan, masih akan ada rapat kerja terkait RKUHP lagi antara Komisi III DPR dan pemerintah.

Dia menerangkan, akan didengarkan juga mengenai pandangan dari fraksi-fraksi terkait draf final RKUHP. 

"Yang soal RKUHP ini, akan mendengarkan lebih dahulu pandangan dari fraksi-fraksi dalam rapat kerja berikutnya antara Komisi III dengan Menkumham (Yasonna Laoly)," imbuhnya.

Masih ada pasal bermasalah 

Dalam draf RKUHP terbaru, sejumlah pasal yang sempat dipersoalkan mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil, nyatanya masih tetap dicantumkan pemerintah. Pemerintah bersikeras hanya mengubah dan membahas pada 14 pasal krusial. 

Sementara koalisi masyarakat sipil sempat membuka ada 24 pasal bermasalah. Beberapa pasal yang menjadi sorotan kencang publik adalah soal kebebasan berpendapat dan ancaman pidana yang menyertainya.

Misalnya, ancaman terhadap pihak-pihak yang melakukan penghinaan terhadap pemerintah dan presiden-wakil presiden masih tercantum dalam Pasal 240 dan Pasal 241, serta Pasal 218 dan Pasal 219. Pasal-pasal ini diprotes karena dinilai membuat pemerintah antikritik. Susunan kalimat dan nomor pasal yang mengatur penghinaan terhadap pemerintah dan presiden-wakil presiden dalam draf RKUHP 2019 dan yang terbaru tidak berubah. 

Dalam Pasal 240 disebutkan, setiap orang yang di muka umum melakukan penghinaan terhadap pemerintah yang sah yang berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV (Rp 2 miliar).

Sedangkan dalam Pasal 241 disebutkan, setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penghinaan terhadap pemerintah yang sah dengan maksud agar isi penghinaan diketahui umum yang berakibat terjadinya kerusuhan dalam masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V (Rp 500.000.000).

Soal larangan penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat presiden dan wakil presiden diatur dalam Pasal 218. Menurut Ayat (1) Pasal 218, setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV (Rp 200.000.000). 

Lantas pada Pasal 219 disebutkan, setiap orang yang menyiarkan, mempertunjukkan, atau menempelkan tulisan atau gambar sehingga terlihat oleh umum, memperdengarkan rekaman sehingga terdengar oleh umum, atau menyebarluaskan dengan sarana teknologi informasi yang berisi penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat terhadap Presiden atau Wakil Presiden dengan maksud agar isinya diketahui atau lebih diketahui umum dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun 6 (enam) Bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV. 

Dalam draf terakhir ini, penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden merupakan delik aduan. Hanya Presiden dan Wakil Presiden lah yang berhak untuk melaporkannya ke aparat penegak hukum.

Dipertanyakan koalisi dan dalih pemerintah 

Draf RKUHP diserahkan, ancaman Penjara untuk pengkritik Penguasa kembali Hidup
Peneliti Institute for Criminal and Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati. (KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

Peneliti Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) Maidina Rahmawati turut mempertanyakan alasan pemerintah tetap mengatur pasal penghinaan presiden dalam RKUHP. Padahal dalam KUHP yang berlaku saat ini, pasal itu sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam putusan nomor 013-022/PUU-IV/2006. 

Meski sudah diubah menjadi delik aduan, Maidina berpandangan, dalam konteks hukum pidana, delik aduan disematkan pada tindak pidana yang bersifat personal atau menyerang individu. Sementara presiden dan wakil presiden adalah jabatan publik yang mestinya tak dapat mempidanakan tindakan itu. 

Maidina khawatir, jika RKUHP ini diundangkan, maka seorang presiden dapat melaporkan warga negaranya sendiri ketika merasa telah dihina. Padahal, lanjut dia, tak ada standar yang jelas membedakan penghinaan dan kritik.

“Kondisi di mana (pelaporan) sangat bergantung pada presiden itu yang harus kita cegah. Jadi modifikasinya enggak sepadan, kepentingannya apa?” kata dia. 

Sementara itu, Tim Sosialisasi RKUHP Kemenkumham Albert Aries membeberkan alasan kenapa penyusun RKUHP masih mengatur tindak pidana penghinaan presiden. 

Meskipun, secara undang-undang, presiden bukanlah lambang atau simbol negara. Tapi dalam pandangannya, presiden adalah sosok yang mesti dijaga martabatnya ketimbang warga negara biasa. 

“Tapi maksud tim perumus, simbol itu dalam konteks presiden sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, sebagai kepala diplomat sebagai kepala tentara atau militer,” ucap Albert.

Albert menyampaikan, presiden harus dipandang sebagai the first among equal atau pihak pertama diantara pihak lain yang sederajat. 

“Jadi memang tujuan dari dilindunginya harkat martabat presiden karena presiden itu sendiri sebagai orang yang secara demokratis sudah terpilih,” tuturnya. 

Tapi Albert mengklaim masyarakat tak perlu khawatir sebab Pasal 218 RKUHP juga berisi ketentuan di mana penghinaan tak dapat dipidana. 

“Yaitu bukan merupakan penyerangan harkat dan martabat presiden jika dilakukan untuk membela diri atau kepentingan umum,” pungkasnya.

(Kompas.com)

COMMENTS

BEST MONTH

Nama

#Ade Yasin,1,#adisupriadi,2,#aniesbaswedan,1,#Arus Mudik,1,#bandara soekarno hatta,1,#Berita,48,#berita hukum,2,#berita ibu kota,3,#berita jakarta,3,#berita labuan bajo,1,#berita nasional,14,#beritahariini,1,#BeritaTerbaru,47,#beritaterkini,47,#BeritaTerpopuler,48,#beritaviral,2,#Bupati Bogor,2,#capres2024 #pemprovDKI,1,#coach addiesupriadi,3,#daerah,1,#demo mahasiswa,1,#demo mahasiswa 21 april,1,#griya media nusantara,44,#griyamedianusantara,2,#gusbaha,1,#Hari Kartini,1,#hari kartini 2022,1,#hotmanparis,1,#Ibu Negara Iriana Jokowi,2,#Indonesia,2,#iqlimakim #asprihotmanparis,1,#iriana jokowi,1,#kemenhub,1,#KPK,1,#kriminal,1,#kritik jubir presidensi g20 maudy ayunda,1,#labuhan bajo,1,#manggarai barat,1,#Maudy Ayunda,1,#Maudy Ayunda jadi Jubir Presidensi G20 Indonesia,1,#minyakgoreng,1,#minyakkelapa #mafiamigor,1,#nasional,3,#news,48,#NewsUpdate,47,#NewsUpdate #Berita,1,#OTT,1,#paulinus jek,1,#Pelabuhan Merak,1,#Pelabuhan Merak #bandara soekarno hatta #Arus Mudik # puncak arus mudik # kemenhub,1,#Penundaan pemilu,2,#Perpanjangan masa jabatan presiden,1,#pidato peringatan hari kartini iriana jokowi,1,#polisi,1,#presiden jokowi,6,#Presidensi G20 Tahun 2022,1,#proyek strategis nasional,1,#psn,1,#ptcoach addie group,2,#puncak arus mudik,1,#SuaraUmat,47,#SuaraUmat #suaraumatnews,1,#suaraumatnews,11,#suaraumatTV,10,#ustazyusufmansur #uym,1,1 Muharram,1,10 tahun,1,2022,1,Abdul Muin,1,Abdul Somad,2,Aceh,2,ACT,2,ACT Viral,1,Ade Armando,6,ade armando babak belur,1,ade armando dilucuti,1,ade yasin,1,Adi Supriadi,20,Advertorial,3,afganistan,1,afiliator,1,Agrobisnis,1,Ahmed Zaki Iskandar,1,Ahmet Davutoglu,1,ahok,2,ahy,3,Airlangga Hartarto,2,AKP Rita Yuliana,1,Aksi Nasional 114,1,Al-Quran,1,Alergi,1,Alfamart,1,Amalan Sunnah,1,Ambeien,1,Amber Heard,1,Amerika Serikat,4,AMI,1,Amien Rais,1,anak nurul arifin,1,anak nurul arifin meninggal dunia,1,Anak-anak,1,Ancol,1,Andi Arief,1,Andi Caisar,1,andi sinulingga,1,Andika Kangen Band,1,Andre Vincent Wenas,1,Android,1,Angelina Sondakh,2,anggota dpr,4,Anies Basweda,1,Anies baswedan,8,Anime,1,Anne-Merie,1,Anthony Sinisuka Ginting,1,Anwar Usman,1,APDESI,1,Aplikasi islami,1,aplikasi penerjemah,1,Apple,2,Arab Saudi,2,arsenal,2,Artikel,5,Artikel Opini,14,Artikel Sejarah,2,Artis,1,arus balik,2,AS,2,ASATI,8,ASEAN,2,Aset Digital,1,Aset Kripto,1,Asn,2,Asosiasi Metaverse Indonesia,3,ASPHRI,1,Astindo,1,Astra,1,asuransi petani,1,Aswaja NU,1,ATF Tegal,1,Autis,1,autisme,1,awal ramadhan,1,Babiambo,1,Badminton,2,bahagia,1,Bahan Alami,1,bahasa asing,1,bahasa melayu,1,bahaya varian Omicron,1,Bakal Caleg,1,Bali,4,Bambang Pacul,1,Bandung,6,Bandung Selatan,1,bangka belitung,1,Bangkrut,1,Bangsa Indonesia,3,Banjir,2,Bank,1,bank bjb,1,Bank Jasa,1,bansos,1,Banten,7,Bantuan Presiden,1,Barcelona,3,Bareskrim,1,Batam,1,BAV,1,Bawaslu,1,Bayern Muchen,1,baznas,2,Baznas Depok,1,BBM,1,Beasiswa,1,Bedah Buku,1,begal,2,Bekasi,10,Bekasi Kota,2,Belu,2,BEM SI,5,Bengkalis,3,Bengkayang,1,Benny K Harman,1,berantas stunting,1,Beras,1,Berita,308,Berita Brebes,2,Berita Cirebon,1,Berita Depok,3,berita DIY,1,Berita duka,3,berita haji,1,berita hiburan,1,Berita IKN,2,Berita Jabar,1,Berita Jawa Tengah,2,berita jokowi,1,Berita Kabupaten Tangerang,4,berita kalbar,6,Berita Kaltim,1,Berita Ketapang,5,berita kpk,1,berita kriminal,2,Berita Kuningan,1,berita lombok tengah,1,berita lowongan kerja,1,berita m kace,1,berita makassar,1,Berita Maluku,1,berita nagekeo,3,Berita Nasional,27,berita paskah,1,Berita Politik,5,berita ramadan,1,Berita Ramadan Tangerang,1,berita sultra,1,Berita Tangerang,1,Berita Tangsel,1,berita teknologi,3,Berita Terkini,1,BeritaTerbaru,3,beritaterkini,4,BeritaTerpopuler,4,Bharada E,5,Bhayangkara FC,1,Biden,1,big data,1,Bisnis,14,Blitar,1,Blockchain,2,blt minyak goreng,1,BNI,1,BNPT,2,Bob Marley,1,Bogor,1,Bola Dunia,1,Bos,1,Bos Madrasah,1,Box Office,1,BPIP,1,BPJPH,1,BPJS,1,BPK,1,Brand Indonesia,1,Brentford,1,brigadir j,15,Brigjen Eko,1,Brimob Polda Jabar,1,Briptu HSB,1,BSD,1,BTN,1,budaya tukar uang,1,Buddha,2,budi santosa purwokartiko,1,buka puasa bersama,1,Bullying,1,BUMN,4,Bupati Ende,1,Bupati Tangerang,1,bursa transfer pemain,1,Buya Syafii Maarif,1,Cacar Monyet,1,Cak Imin,2,Camat Pasar Kemis,1,candi prambanan,1,Capres 2024,9,cara mencegah,1,Carabao Cup,1,Carlo Ancelloti,1,cegah stunting,1,Cek Kualitas Udara,1,cerai,1,CFW,1,Cha Eun-woo ASTRO,1,Chelsea,20,Chelsea FC,1,chelsea vs madrid,1,Chico,1,Chico Aura Dwi Wardoyo,1,Chlesea,1,Cianjur,1,Cijantung,1,Cikarang,1,Cina,1,Cirebon News,1,Cita-cita proklamasi,1,citayam,2,Clarence Seedorf,1,Coach Addie,1,commuter line,1,Coppa Italia,1,corona virus meningkat,1,Corry Chandra Prasetya,2,covid 19 meroket,1,covid-19,11,CR7,1,Cristiano Ronaldo,2,Cryptocurrency,1,cucu soeharto,1,cuitan viral,1,Cyber Crime,1,Daarul Qur'an,1,Daerah,91,daerah otonomi baru,1,Daging,1,Dana Bos,1,Dana Bos Kemenag,1,dana desa,1,dana hibah,1,dana PEN,1,Daqu Group,1,dari jabodetabek,1,Dasar Negara Pancasila,1,Daun Salam,1,Demak,1,demo,1,Demo 11 April,2,Demo 11 April 2022,1,Demo BEM,1,Demo BEM SI,2,Demo Buruh,1,Demo Mahasiswa,3,Demokrat,1,demonstrasi mahasiswa,2,Denny Siregar,1,Densus 88,1,Deolipa Yumara,4,Depok,9,Depok Kota Intoleran,1,Desa,5,desa antikorupsi,1,Desa Wisata,1,Dewan Ulama Senior,1,Dhea Onlyfans,1,Diabetes,1,Didier Drogba,1,diet,1,Digital,2,Dinkes Kabupaten Tangerang,1,Dinsos,1,Disdik Kota Bekasi,2,Disdukcapil Ketapang,1,Diskominfo,1,DOB Papua,1,dokter terawan,2,Dollar AS,1,doni salmanan,1,dosen UI,1,DPD RI,1,dpr,1,dpr ri,2,DPRD Ketapang,1,Dr Merphin Panjaitan,4,Dr Otto Gusti SVD,1,dr terawan,2,Dragonchain Capital,1,Drs Djafar Achmad,1,dubes polandia,1,Dudung Abdurachman,2,Duta Sheila On 7,1,Editorial,2,Edukasi,5,Edukasi seksual pada anak,1,Eduwisata,2,Edy Rahmayadi,1,Ekonomi,40,Ekonomi Indonesia,2,Ekonomi Kreatif,1,Ekonomi Nasional,1,Ekonomi Tangerang,1,ekspor,1,elite pdip,1,elon musk,4,Emmeril Kahn Mumtadz,2,Emoney,1,EMTEK Group,1,Ende,7,Ende Flores,1,Endemi,1,Energi,1,Entertainment,1,epidemiologi,1,Erick Thohir,1,Erik ten Hag,1,Eril,2,Erlangga Hartarto,1,ernest prakarsa,1,Eropa,1,Esai,4,etnis melayu,1,FA Cup,1,fahri hamzah,1,FAO,1,Fashion,1,fathan sembiring,1,FC Barcelona,1,FEB UPRI Makassar,1,fenomena alam,1,fenomena asusila remaja,1,Ferdy Sambo,13,Ferry Juliantono,1,FIA,1,Film,6,Film Horor,1,Final,1,Fintech,1,Firman Allah,1,FKM UPRI,2,flores,7,flores barat,1,Flores NTT,2,Formula E,1,fpi,5,fraksi nasdem,1,Fredi Lumban Gaol,1,fresh graduate,1,Fuji An,1,G20,3,Gadget,2,gaji admin produksi,1,Gangguan Kardiovaskular,1,ganjar,2,Ganjar Pranowo,21,garuda indonesia,1,Garut,2,Gaya Hidup,33,GBI Nafiri Bekasi,1,Gejala,1,Gejala Kanker Serviks,1,Gelora,1,gempa bumi,1,Gillette,1,Giring Ganesha,3,Giring Nidji,1,Golkar,2,google,1,Google translate,1,GoTo,1,Gotong Royong,1,Grace Natalie,2,Griffith University,1,griya media nusantara,4,Gua Maria Bukti Kanada,1,gubernur jawa tengah,1,Gubernur Sumut,1,gus baha,1,Gus Miftah,1,Gus Wal,14,Gus Yahya,2,Gus Yaqut,1,Habib Rizieq Shihab,1,haedar nashir,1,Haji,2,haji indonesia,1,Halal,1,Halal Bihalal,2,Hamdiah,1,Hankam,1,haram,1,Harga Minyak Dunia,1,Hari Anak Nasional,1,hari autisme dunia,1,Hari Lahir Pancasila,1,Hari Libur,1,Hari Raya,1,Haris Pertama,1,harlah pancasila,4,Harry Potter,1,Harun Al Rasyid,1,Harun Masiku,1,Helmi Felis,1,Hepatitis,1,hewan ternak,1,Hiburan,28,hilang,1,HKBP,1,Holywings,1,Holywings BSD,1,honorer,1,Hot,4,Hotel,1,Hotman Paris Hutapea,1,HPN,1,HRS,1,hti,6,hubungan intim suami istri,1,Hukum,45,Hukum & Kriminal,7,Humaniora,2,HUT,1,HUT DKI,1,Hut Gillett,1,HUT Jakarta,1,Ida Fauziyah,1,IDAI,1,Idayati,1,Ideologi Pancasila,1,ideologi terlarang,1,IDI,3,idul fitri,1,Iduladha,4,Idulfitri,4,Idulfitri 1443 Hijriah 2022,1,idulfitri 2022,4,IHATEC,1,IKBND-Makassar,1,Ikhwanul Muslimin,1,ikn,7,imam agus husen,1,Imannuel ebenezer,1,Imlek,1,In loving memory,1,India,2,Indonesia,5,indonesia kaya,1,Indonesia Utuh,1,Indra Kenz,2,info loker,1,Inggris,3,Inspiratif,2,Instagram,1,Inter Milan,1,Inter Milan Juara,1,Internasiona,1,internasional,41,Intoleransi,1,Invasi Rusia,1,Investasi,6,iphone,1,Iptek,1,Iran Arifin,9,Irjen Napoleon Bonaparte,2,irma suryani chaniago,1,IRRI,1,Isa Almasih,1,ISKI,1,Islamdominatori,1,Islamic Book Fair,1,Islamphobia,1,itk,1,izin demonstrasi,1,jabodetabek,2,jadwal imsakiyah,1,Jakarta,18,Jakarta Fair,1,Jakarta Hajatan,1,Jakarta Timur,2,Jakarta Utara,1,Jalan Tol,1,jantung,3,jantung koroner,1,Jawa Barat,21,jawa tengah,7,Jawa Timur,2,Jazz Gunung,1,Jazz Gunung Bromo,1,Jazz Gunung Series,1,jelang lebaran,1,Jember,1,Jembrana,1,Jenderal,1,Jepang,3,Jerman,2,Jessica Nissi kaban,1,JHT,1,JNE,1,Joanna Alexandra,1,Joe Biden,2,Johnny Depp,1,Joko Widodo,19,Jokowi,38,Jombang,3,Jonatan Christie,1,Julianto Eka Putra,1,jumat agung,1,juru bicara pemerintah,1,Justin Bieber,1,Juventus,1,Kabuera,1,Kabupaten,1,Kabupaten Tangerang,2,Kades,1,Kadisdik Inayatulah,1,kadrun,1,kafe,1,Kahiyang Joko Widodo,1,KAI,1,KAI Commuter,1,KakaoTalk,1,Kalbar,13,Kalimantan Barat,3,Kalimantan Selatan,1,Kalsel,2,Kaltara,1,Kampung Budaya Nusantara,1,Kanada,1,Kanker Serviks,1,Kapolri,2,Kapten Vincent Raditya,1,Kara