Refly Harun: Tidak Sulit Ungkap Kasus Brigadir J, Fokus Saja Pemeriksaan Pada Tiga Orang

Kasus Brigadir J tewas sudah 23 hari dan polisi bekerja ekstra untuk mencari siapa pelakunya, tapi "kasus ini sebenarnya tidak sulit, karena...

Irjen Pol Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Kepolisian, akibat kasus penembakan Brigadir J di rumahnya, dirinya dinonaktifkan.
Irjen Pol Ferdy Sambo saat masih menjabat Kadiv Propam Kepolisian, akibat kasus penembakan Brigadir J di rumahnya, dirinya dinonaktifkan. (Dok. Istimewa)

SUARAUMAT.com
-
Komnas HAM mengungkap fakta baru dari rekaman CCTV. Aktivitas menit demi menit, menjelang baku tembak yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam (non-aktif) Irjen Pol Ferdy Sambo terungkap dengan jelas.

Melalui segmen review berita di channel YouTube Refly Harun, ia berbagi informasi yang dibacanya dari sebuah media, bahwa temuan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Ahmad Taufan Damanik.

Sebanyak 20 rekaman CCTV dari 27 titik yang menggambarkan aktivitas para pihak terkait sebelum terjadinya insiden penembakan Brigadir J pada 8 Juli 2022, telah diperiksa dengan cermat oleh Komnas HAM.

Dari rekaman tersebut diketahui istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, bersama sejumlah ajudan lainnya tiba dari Semarang sekitar pukul 15.40 WIB dan beristirahat di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Jakarta Selatan.

Sementara itu, Irjen Pol Ferdy Sambo sendiri dilaporkan kembali dengan pesawat, dari Yogyakarta menuju Jakarta, dan tiba di rumah pribadinya pada pukul 15.29 WIB.

Jelas terlihat ada almarhum Brigadir J, Bharada E, pengurus rumah tangga, dua staf lainnya, termasuk ADC (aide-de-camp) atau ajudan senior.

Beberapa menit kemudian, Putri Candrawathi bersama para ajudan, asisten rumah tangga, termasuk Brigadir J dan Bharada E, sama-sama melakukan tes PCR.

Melalui rekaman CCTV ini juga diketahui bahwa Irjen Pol Ferdy Sambo tidak mengikuti tes PCR, melainkan hanya berada di kamarnya.

Pukul 16.07 WIB, usai melakukan PCR, Putri Candrawati dan rombongan, kecuali asisten rumah tangga, kembali ke rumah dinas di Duren Tiga, Jakarta Selatan, yang menjadi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tak lama setelah rombongan istrinya pergi, Irjen Pol Ferdy Sambo juga meninggalkan rumah pribadi tersebut, bersama ADC yang menggunakan motor patwal, namun tidak menuju ke rumah dinas.

“Baru berapa menit berjalan, kelihatan motor patwal berhenti, mobil berhenti. Kata penyidik, itu karena ada telepon dari ibu ke pak Ferdy yang menjelaskan adanya masalah ini,” kata Refly Harun, dalam channel YouTube Refly Harun.

Di sinilah terlihat mobil Irjen Pol Ferdy Sambo berusaha untuk berbalik arah, demikian juga motor patwal yang mengiringinya.

Namun karena jalannya sempit, mereka kesulitan, hingga akhirnya Irjen Pol Ferdy Sambo memutuskan untuk lari ke rumah dinas.

Beberapa menit kemudian, Putri Candrawathi terlihat kembali lagi ke rumah pribadinya sambil menangis, ditemani oleh seorang asisten rumah tangga.

"Kenapa bisa dikatakan menangis? Karena CCTV-nya sangat clear, kualitas tinggi," kata Refly Harun menyampaikan informasi yang dibacanya.

Sayangnya, menurut informasi yang dibacakan Refly Harun, Komnas HAM masih kesulitan mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, karena CCTV-nya rusak.

Menanggapi informasi tersebut, Refly Harun kemudian memberikan pendapatnya.

Menurut Refly Harun, jika kasus ini tidak segera diselesaikan, spekulasi liar akan semakin banyak berkembang di masyarakat.

Padahal, kata Refly Harun, cukup fokus saja pemeriksaan terhadap tiga pemegang peran penting dalam kasus ini, termasuk barang-barang milik mereka.

Ketiga orang yang dimaksud di sini adalah Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Bharada E.

Refly Harun menambahkan tidak perlu bicara soal sicentific investigation atau semacamnya, tapi cukup fokuskan untuk memeriksa barang-barang pribadi ketiga orang ini, termasuk handphone (HP) mereka dan juga milik Brigadir J.

Dia juga menambahkan agar jangan terfokus dengan keinginan untuk membuktikan apakah kematian ini dibarengi dengan penyiksaan atau tidak.

“Mau disiksa, mau tidak disiksa, itu tidak relevan kalau yang kita bicarakan ini adalah pembunuhan berencana,” kata Refly Harun.

Jadi, fokuskan saja untuk membuktikan apakah benar Bharada E menembak dengan alasan bela diri.

“Dan Bharada E sendiri pasti akan mengatakan tidak lagi membela diri, karena ketika Brigadir J tersungkur, diembat (ditembak) juga sama dia, kan,” ungkap Refly Harun.

Refly Harun menjelaskan, untuk menentukan apakah ini benar adalah pembunuhan berencana atau hanya karena membela diri, hal penting yang perlu untuk dicari tahu adalah motif sebenarnya dari insiden penembakan tersebut.

Sebab dalam hal ini, ada tiga versi cerita yang bisa menjadi kemungkinan penyebab ditembaknya Brigadir J hingga tewas.

Pertama adalah karena dugaan pelecehan yang disebutkan sebelumnya, hingga Brigadir J terlibat dalam baku tembak dengan Bharada E.

Meskipun akhirnya terlihat berlebihan karena saat Brigadir J jatuh tertelungkup, masih ditembak juga oleh Bharada E.

Kedua adalah dugaan adanya rancangan untuk menghilangkan nyawa Brigadir J, atau pembunuhan berencana. Versi ketiga, dugaan seseorang di lokasi kejadian yang mengalami emosi sesaat, hingga akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi Brigadir J.

Refly Harun menjelaskan bahwa kasus ini sebenarnya tidak sulit, karena locus dan tempus delicti, atau lokasi dan waktu terjadinya tindak pidana, masih diketahui dengan jelas.

Apalagi, “pemeran utama” yang terlibat di dalamnya itu sudah diketahui secara pasti, yaitu Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Bharada E.

Mungkin saja, jika tidak ada ewuh pakewuh (perasaan sungkan) dalam melakukan proses investigasi, pasti kasus ini akan sangat mudah untuk diungkapkan.

“Sekali lagi dalam konteks ini bukan karena persoalan hebat-hebatan. Karena sebenarnya bisa dibilang kasus ini adalah kasus yang mudah pembuktiannya. Tidak perlu menunggu hasil otopsi sebagai bentuk scientific crime investigation (penyidikan berbasis ilmiah),” pungkas Refly Harun.

(sum/kp)
Sumber: YouTube Refly Harun

COMMENTS

BEST MONTH