Komnas HAM Kembali Angkat Dugaan Pelecehan, Kamaruddin Bandingkan Sikap LPSK Tolak Amplop Ferdy Sambo

Komnas HAM baru-baru ini menyampaikan rekomendasi dari penyelidikannya atas pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Komnas HAM Kembali Angkat Dugaan Pelecehan, Kamaruddin Bandingkan Sikap LPSK Tolak Amplop Ferdy Sambo
Komnas HAM Kembali Angkat Dugaan Pelecehan, Kamaruddin Bandingkan Sikap LPSK Tolak Amplop Ferdy Sambo /Istimewa


SUARAUMAT.com - Komnas HAM baru-baru ini menyampaikan rekomendasi dari penyelidikannya atas pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Dari beberapa poin rekomendasi, salah satunya merekomendasikan untuk menindaklanjuti dugaan kekerasan seksual terhadap Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Poin rekomendasi untuk menindaklanjuti dugaan tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mendiang Brigadir Yosua terhadap istri Ferdy Sambo itu juga membuat banyak orang bertanya-tanya, atas dasar apa rekomendasi itu dimasukkan.

Pasalnya, Dirtipidum Polri membatalkan penyidikan dugaan pelecehan yang pertama kali dilaporkan di Jakarta.

Kamaruddin Simanjuntak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir Yosua juga mempertanyakan mengapa Komnas HAM masih membahas dugaan pelecehan meski sudah dikeluarkan SP3 oleh Dirtipidum Polri.

Kamaruddin juga membandingkan sikap Komnas HAM dengan LPSK yang menolak amplop dari Ferdy Sambo.

"Ada dua laporan yang dilakukan oleh Ferdy Sambo dan atau istrinya, dan atau oleh suruhannya atas nama Martin Gabe, mengenai dugaan tindak pidana pelecehan di Duren Tiga Jakarta Selatan. Namun itu telah SP3," ujar Kamaruddin seperti dikutip dari akun YouTube Official iNews, Rabu, 7 September 2022.

"Jadi tidak layak lagi Komnas HAM terus menerus berkutak di situ. Terbukti bahwa LPSK yang sudah terang-terangan menolak amplopnya Ferdy Sambo di lapangan sudah tidak mau lagi membicarakan itu," tambahnya lagi.

Kamaruddin mengingatkan, ini koreksi pada Komnas HAM karena seolah-olah ada kesepakatan antara antara lembaga tersebut dengan pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawati untuk terus membahas dugaan pelecehan seksual meski laporan pertama di Duren Tiga tidak terbukti.

"Itu yang perlu kita waspadai. Intinya kita harus waspada dengan keberadaan Komnas HAM yang sekarang," kata Kamaruddin.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik menyatakan alasan yang mendasari rekomendasi adanya dugaan pelecehan seksual di antaranya diambil berdasarkan keterangan para saksi dan terduga korban.

Para saksi yang dimaksud yaknni Bripka Ricky selaku ajudan Ferdy Sambo serta dua asisten rumah tangga (ART) yakni Susi dan Kuat Maruf. 

"Juga dua ahli psikologi yang mendampingi selama ini. Kasus KS (kekerasan seksual) juga masuk di BAP, di dalam rekonstruksi dan berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan," kata Taufan.

Taufan juga menyarankan agar para pihak yang menyebut tidak ada pelecehan seksual turut menyertakan bukti dalam argumennya. 

"Silakan KS (Kamaruddin Simanjuntak) memperlihatkan bukti sebaliknya," ucapnya.***

(sum)

COMMENTS

BEST MONTH