Ustaz Buchory Muslim: Dakwah Bukan Terorisme, Stop Islamofobia

Ustaz Buchory Muslim menyoroti tentang proses persidangan dan tuntutan jaksa penuntut umum kepda tiga ulama yang juga sahabat baiknya.

Ustaz Buchory Muslim: Dakwah Bukan Terorisme, Stop Islamofobia. Ustaz Buchory Muslim di depan Kantor PBB Jenewa.
Ustaz Buchory Muslim: Dakwah Bukan Terorisme, Stop Islamofobia. Ustaz Buchory Muslim di depan Kantor PBB Jenewa. [Foto: Ctrs.id]



SUARAUMAT.com - Ustaz Buchory Muslim menyoroti tentang proses persidangan dan tuntutan jaksa penuntut umum kepda tiga ulama yang juga sahabat baiknya. Menurutnya, apa yang dituduhkan itu mengada-ngada karena dakwah bukan terorisme.

Saudara-saudara Muslim kita di Eropa, khususnya di Inggris, saat ini sedang menghirup udara segar, semakin nyaman dengan agama dan menjalankan ajaran agamanya dengan damai tanpa gangguan, stres dan ketakutan, apalagi intimidasi.

Tentu saja, ada satu atau dua hal, atau sesuatu yang terjadi pada orang yang masih belum bisa memahami atau belum melupakan fobia tersebut. Tapi secara keseluruhan, itu pasti lebih baik. Apalagi setelah pertengahan Maret 2022 resolusi internasional PBB tentang anti-Islamofobia.

Di tengah semaraknya kampanye anti atau perang terhadap Islamofobia oleh PBB alias Peserikatan Bangsa-Bangsa yang semakin nyaring dan masif, sayangnya di Negeri yang mayortias Muslimin bahkan terbesar jumlah Musliminnya di Dunia, masih gagal paham atau memang tak mampu mencerna dan tak bisa membedakan mana dakwah dan mana provokasi apalagi terorisme.

Sebagai salah satu Tim Pengacara dari Tim Advokasi Bela Ulama Bela Islam, saya sangat sedih dan miris membaca atau mendengar tuntutan Jaksa Penutut Umum kepada tiga Ulama kita yang juga sahabat baik kami, UFO, UZA dan UHA, di mana dakwah kok dianggap atau diduga menebar ajaran terorisme?

Kenapa dakwaan yang seharusnya mengurai tentang kejahatan dan dampak kejahatan terorisme yang dituduhkan kok malah mengurai tentang da’wah dari ketiga Ulama lurus dan lembut ini?

Belum lagi dugaan drama persidangan yang seharusnya terbuka ini menjadi seperti arena show of power pihak tertentu sampai membuat beberapa rekan pengacara juga Tokoh dan Ulama yang hendak mengikuti persidangan pun terhalang atau dihalangi untuk masuk ke ruang sidang, Innalillah!

Sebagai sahabat ketiga Ulama yang sering berdakwah bersama apalagi Ustaz Farid Okbah yang merupakan rekan seorganisasi, kami menilai bahwa tuduhan terhadap Ustaz Farid Okbah, Ustaz Ahmad Zain An-Najah dan Ustaz Anung Al-Hamad adalah tuduhan yang sangat tidak berdasar dan mengada-ngada.

Setahu kami, dakwah UFO lakukan juga kedua Ustaz lainnya selama ini, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri tersebut jauh dari kegiatan terorisme bahkan justru ingin menyadarkan bahwa terorisme itu tidak benar.

Di Ormas Islam Parmusi – Persaudaraan Muslimin Indonesia yang dikomandani Drs H Usamah Hisyam, M.Sos, da’wah yang disampaikan Ustaz Farid Okbah dimana beliau sebagai Ketua Bidang Keagamaan yang sebelumnya bersama kami sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah Parmusi Pusat, justru lebih banyak menyadarkan oknum terduga teroris tentang perjuangan yang konstitusional dan tidak melalui gerakan terorisme.

Kami yang sering bersama UFO berdakwah ke daerah terpencil, bahkan pernah mengadakan Jambore Nasional 5000 Da’i Parmusi yang juga dihadiri Kapolri waktu itu, Tito Karnavian, Kabag Intelkam Muhammad Lutfi bahkan hadir juga Listiyo S Prabowo yang saat ini menjadi Kapolri.

Sejak zaman Soeharto, Habibie, Megawati, SBY, lalu Jokowi, UFO yang pernah ditawari tinggal dan menetap menjadi Da’i di Australia ini, selalu ikut diundang ke istana. Bahkan terakhir, beliau hadir bersama Pengurus Parmusi dan menyampaikan nasihat langsung kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta.

Depan kantor PBB Jenewa

Dakwan JPU terasa makin aneh dengan dakwaan bahwa UFO membentuk PDRI – Partai Dakwah Republik Indonesia sebagai kamuflase tamkin syariat Islam itu pasti salah! 

Bahkan salah besar, karena Ustaz Farid  bukanlah inisiator atau pendiri Partai. Beliau awalnya justru menolak ketika diminta sebagai Ketua Umum, bahkan menolaknya sampai dua kali, ketika diminta para Ulama untuk memimpin PDRI.

Begitu juga soal jihad. Jihad yang dimaksud adalah jihad secara komprehensif dengan makna yang luas, jihad – sungguh-sungguh atau mujâhadah adalah kesungguhan dalam menguatkan dan mengapliksikan spirit di bidang da’wah, pendidikan, budaya, ekonomi dan lainnya yang intinya perjuangan dilakukan secara komprehensif dan konstitusional. Jadi bukan dimaknai semata perang apalagi perang dengan Pemerintahan atau Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mengenai dakwah kami saat ini di Parmusi adalah da’wah ilallah dengan pola atau manhaj Desa Madani. Di mana desa madani mengembangkan dan memaksimalkan empat pilar, berupa peningkatan iman dan taqwa, pendidikan, ekonomi dan pemberdayaan sosial.

Parmusi yang merupakan wadah connecting Moslem dalam taglinenya selalu mengedepankan persatuan Ummat dengan menata, menyapa dan membela.

Semoga Para hakim diberi hidayah dan kejernihan hati oleh Allah SWT untuk melihat dengan jernih dan jujur kemudian nantinya membebaskan ketiga Ulama hanif yang sudah sangat dirindukan ummat ini.***

Sumber: Ctrs.id

COMMENTS

BEST MONTH